Terima Kasih Ya

Jumat, 09 Mei 2014

Goa Pari Gunungkidul






Lokasi
Jl. Wonosari-Nglipar Km. 5, Padukuhan Duwetrejo, Karangtengah, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Tiket
free
Waktu Buka
07.00 – 18.00
Fasilitas/ Obyek Wisata
Gua alam yang masih alami


Gua Pari dan Gua Bening adalah sebuah gua alam yang terletak di dusun duwetrejo desa karangtengah kecamatan Wonosari Kaupaten Gunungkidul. Dari kota wonosari berjarak kurang lebih 6km kearah jurusan Kec.Nglipar. Gua Pari merupakan gua alam yang mempunyai panjang dari pintu masuk selatan menghubung kepintu keluar kearah utara sepanjang kurang kebih 250 meter lebar rata 20 meter, sedangkan ketebalan langit langit kepermukaan tanah bumi kurang lebih 10 meter ketinggian dari dasar goa kelangit langit goa kurang lebih 15 meter.

Di dalam gua pari terdapat banyak ornament staglamit dan juga tiang penyangga terbuat secara alami yang berproses ratusan tahun lamannya . Dulu sebenaarnya gua pari dan gua bening sudah dikenal warga masyarakat sekitar sudah lama sebagai tempat untuk rekreasi dan digua pari sebagai tempat untuk pati geni (bertapa) bagi orang yang masih mempercayai hal hal mistis. karena kurangnya perhatian dari dinas terkait sehingga lama kelamaan gua tersebut dilupakan orang.


Goa Pari menurut cerita rakyat, dulu pada tahun 1816 ada seorang bernama Eyang Kerti Suto yang menemukan Goa Pari. Goa tersebut berada ditengah hutan belantara dan merupakan daerah yang keramat / angker. Eyang Kerti Suto yang sakti bermaksud untuk menggunakan goa tersebut, maka terjadilah negosiasi Eyang Kerti Suto dengan penunggu goa (jin). Konon akhirnya Eyang Kerti Suto diijinkan untuk menggunakan goa tersebut. Akhirnya goa tersebut diginakan oleh warga sekitar sebagai lumbung pangan mayoritas padi atau dalam bahasa jawa padi : pari. makanya nama goa tersebut dinamakan Goa Pari. Goa Pari memiliki kedalaman 5 meter, dengan lebar 8 meter dan panjang 115 meter.



Rabu, 07 Mei 2014

Pengalaman Sekolahku

PENGALAMAN SEKOLAH & KESAN – KESAN DI SMK
MUSPLA

          Assalamualaikum teman-teman semua perkenalkan nama saya Danang Agis Muhammad Sholeh. Panjang bukan nggak papa yang penting do’a yang yang terkandung di dalamanya.

Sekolah? tentunya semua orang pernah sekolah. Pastinya sekolah menjadi sebuah perjalanan hidup seseorang, dan perjalanan hidup itu tak kan dilupakan dan menjadi sebuah memori di pikiran kita. Kali ini saya akan posting tentang pengalaman sekolah saya , maaf jika sedikit menyeleweng dari tema blog.

Pertama kita mulai dari pengalaman saya di SD, tentunya itu masih imut-imutnya dan masih polos-polosnya. Saya ketika SD bersekolah di tanah pasundan sana , cieee. Tepatnya SD karya utama daerah ciepeundeuy Subang. Nah gak lama disana setelah saya naik ke kelas 2, saya pindahan ke DIY. Tepatnya Semanu Gunungkidul, di SD Ngeposari, disini saya bertemu teman-teman yang baru dan saya bingung, kenapa? Ya pasti bahasanya yang berbeda. Ya namanya manusia pasti bias beradaptasi lah. Nah saya saat itu duduk di belakang cewek, cieeeee. Namanya ya rahasia dong. Dia baik dan sopan. Tapi ketika lulus SD pisah nggak 1 sekolah (SMP). Saya lulus SD dengan nilai yang lumayan, hehe lumayan jelek maksudnya. Tapi tidak apa-apalah,semoga besoknya happy ending, amin.

Lanjut ke cerita di SMP , tepatnya di MTs N Semanu. Hari pertama Mos kita ke telaga Jonge. Di SMP mungkin bias jadi yang memebuat karakter saya. Jelas saja dengan teman- teman yang beragam sifat. Jadi maaf jika saya banyak  Di SMP lulus saatnya kita ke SMK/SMA. Ini yang saya tunggu- tunggu bias sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Saya sekarang sekolah di SMK Muhammadiyah 1 Playen (Muspla ).



Saya masuk ke SMK Muspla pada tahun ajaran 2013/2014, tepat pad alahir kurikulum baru yaitu kurikulum 2013. disini say masuk di jurusan TKJ tepatnya di kelas X TI B. pada saat MOS saat itu bertepatan pada bulan puasa, ya itu lumayan ringan, karena pada  MOS hari pertama  kan cuma diruangan dan hanya mendengarkan penjelasan tenteng SMK Muhammadiyah 1 Playen. Saya bertemu dengan teman-teman yang lebih multi-sifat. saat itu saya bertemu dengan Luthvian, Dimas, Ridwan, Afri kami duduk di kursi paling depan.Di hari kedua MOS penjelasan tentang Baris- berbaris (PBB). dari sekolah mendatangkan tamu dari POLRES Gunungkidul. Dan kami tidak hanya mengerti baris-berbaris tapi juga di beri materi tentang Lalu Lintas.pada hari ketiga MOS kami menginap di sekolah, ketika itu saya telat dan semua teman-teman sudah berada di kampus. saya agak takut jika nanti saya dihukum, ternyata acara baru saja dimulai jadi saya sedikit lega.

Pada saat  Buka Puasa, kami (kelas X TIB) buka puasa bersama. seperti halnya teman-teman baru kami saling bercanda dan berkenalan. Tiba saatnya Baca Al-Qur'an kami masih saja rame, setelah baca Qur'an OSIS memanggil sebagian kami yang sudah bisa membaca Al-qur'an. kami dikumpulkan di halaman sekolah, untuk berbaris, sebelumnya saya tidak tahu untuk apa kami dibariskan di halaman pada malaam hari. kami disuruh berjalan ke kampus 2, ternyata untuk mempersiapkan kelas yang akan kita tempati nanti.setelah MOS kami masuk untuk pertama kalinya, dan disini kami kenal dengan beberapa guru, seperti bpk. Purbadi bpk.Wahyu dll.

Nah pada saat ini saya akan menghadapi Ulanagan Sekolah, tak terasa saya akan naik kelas 2, cerita selanjutnya tentang Jurusan yang saya ambil yaP TKJ ( tekhnik komputer dan jaringan) ini merupakan orang orang yang ahli dalam bidang komputer & internet, saya disini (jurusan TKJ) bisa tahu banyak hal tentang dunia internet, dari isi komputer sampai jaringan internet, dan disini juga saya bisa membuat blog dan menggunakannya, termasuk bisa share pengalaman saya. terima kasih SMK Muhammadiyah 1 Playen. Wassalam...

SALAM HANDAYANI 

Sabtu, 26 April 2014

Kebudayaan Jathilan Gunungkidul

JATHILAN GUNUNGKIDUL



Jathilan merupakan kesenian yang menyatukan antara untur gerakan tari dengan magis. Kesenian yang juga sering disebut dengan nama jaran kepang atau jaran dor ini dapat dijumpai di desa-desa di Jawa, tak hanya di Jogja.
Pagelaran ini dimulai dengan tari-tarian. Kemudian para penari bak kerasukan roh halus sehingga hampir tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan. Di saat para penari bergerak mengikuti irama musik dari jenis alat musik jenis alat gamelan seperti saron, kendang, dan gong ini, terdapat pemain lain yang mengawasi dengan memegang pecut atau cemeti.
Pemain yang bertugas mengawasi itu adalah yang terpenting dalam jathilan ini. Dia adalah dukunnya dan dia "mengendalikan" roh halus yang merasuki para penari. Para penari yang umumnya menggunakan kuda kepang – bambu yang dianyam menyerupai kuda. 
Para penari ini juga melakukan atraksi-atraksi berbahaya yang tak dapat dinalar oleh akal sehat. Diantaranya adalah mereka dapat dengan mudah memakan benda-benda tajam sperti silet, pecahan kaca, atau bahkan lampu tanpa terluka atau merasakan sakit. Dan ketika mereka di lecuti dengan cambuk atau cemeti pun, tubuh mereka tidak memar atau tergores. 







Menurut saya Jathilan bisa dikembangkan lagi, tetapi harus menghilangkan seperti adegan kesurupan dan sesaji-sesaji,dengan begitu jathilan tidak dianggap seram dan menakutkan. SALAM HANDAYANI







Jumat, 25 April 2014

Wisata Goa Jomblang Gunungkidul

Goa Jomblang, Mencari Cahaya di Perut Bumi...

 
Goa Jomblang di Kabupaten Gunungkidul, DIY.
MENDENGAR kata Yogyakarta pasti banyak hal yang kita bisa lakukan di sini. Ya, Yogyakarta merupakan destinasi wisata yang spesial buat saya, karena punya paket lengkap. Wisata apa saja ada di sini, baik budaya maupun alamnya yang memesona. Kebanyakan wisatawan yang mengunjungi Yogyakarta pasti belanja di Malioboro atau mengunjungi Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Mungkin Anda belum tahu kalau di Kabupaten Gunungkidul banyak wisata alam. Selain pantai, ternyata kawasan ini menyimpan keindahan goa-goa yang banyak tersebar. Dahulu keberadaan goa-goa di sini belum banyak dimanfaatkan untuk tujuan wisata. Namun saat ini sudah banyak operator travel lokal yang menggali potensi wisata goa.

Goa Jomblang merupakan salah satu goa dari ratusan goa di kawasan Gunungkidul. Goa Jomblang terkenal karena keunikan dan keindahannya. Tidak heran jika Goa Jomblang ini dijadikan tempat pengambilan gambar acara Amazing Race Amerika pada tahun 2011 dan ini semakin membuatnya populer.

Goa Jomblang merupakan gua vertikal yang bertipe collapse doline. Goa ini terbentuk akibat proses geologi amblesnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun lalu. Runtuhan ini membentuk sinkhole atau sumuran yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah luweng. Itulah yang membuat unik karena di dalam goa terdapat luas mulut goa sekitar 50 meter ini sering disebut dengan nama Luweng Jomblang, dan inilah tujuan utama dari Goa Jomblang ini.

Goa Jomblang di Kabupaten Gunungkidul, DIY.
Nah sekarang untuk memasuki Goa Jomblang yang tingginya 60 meter ini diperlukan nyali yang banyak dan selain itu juga diperlukan kemampuan teknik tali tunggal atau single rope technique (SRT). Siapa pun yang hendak caving di Jomblang wajib menggunakan peralatan khusus yang sesuai dengan standar keamanan caving di goa vertikal dan harus didampingi oleh penelusur goa yang sudah berpengalaman.

Tapi tenang saja buat yang belum pernah memasuki goa, karena di sini ada Operator Cave Kalisuci yang siap menurunkan Anda ke dalam goa. Anda cukup didampingi oleh penelusur goa yang berpengalaman dan jangan takut di ketinggian. Persiapan sebelum menuruni goa kita wajib memakai sepatu boot, helm, dan headlamp. Seorang pemandu pun memasangkan SRT set di tubuh.

Setelah siap di bibir goa kita akan dipasangi tali dan umumnya turun ke bawah berdua. Ketika turun sensasi mendebarkan adalah melihat ke dalam gua. Ternyata 60 meter ini sangat dalam dan tinggi juga apalagi turun goa ini sangat perlahan. Namun setelah beberapa meter turun rasa panik itu hilang dan berganti rasa yang menyenangkan tidak sabar sampai ke dasar goa.

Sampai pertengahan dinding goa, sejauh mata memandang kita melihat perbukitan karst dan pohon jati yang meranggas, sedangkan di perut Goa Jomblang terhampar pemandangan hijaunya hutan yang sangat subur. Aneka lumut, paku-pakuan, semak, hingga pohon-pohon besar tumbuh dengan rapat. Hutan dengan vegetasi yang jauh berbeda dengan kondisi di atas ini sering dikenal dengan nama hutan purba.

Goa Jomblang di Kabupaten Gunungkidul, DIY.
Ya saat ini Goa Jomblang merupakan tempat konservasi tumbuhan, karena jenis tumbuhan yang berada di mulut goa ini sudah menjadi endemik dan di daratan atas sudah tidak ada lagi jenisnya.

Sesampai di mulut goa, suasana agak pengap dan panas, dan penelusur goa menjelaskan dan menunjukkan jalan masuk ke mulut gua. Sepanjang jalan banyak tumbuhan yang menjuntai tinggi, dan ketika akan memasuki mulut goa di sinilah tantangan dimulai karena jalan setapak turun sangat curam, licin dan terjal. Untungnya disediakan tali tambang agar kita bisa berpegangan.

Sampai di mulut goa dilanjutkan perjalanan menuju Luweng Grubung dengan memasuki sebuah mulut goa yang berukuran sangat besar. Jomblang dan Grubug ini dihubungkan dengan sebuah lorong sepanjang 300 meter. Semakin jauh berjalan cahaya semakin sirna tetapi kita bisa melihat berbagai aneka ornamen cantik yang menghiasi lorong ini dengan bantuan senter dan penerangan dari guide penelusur gua.

Di sini bentuk dinding lorong goa seperti batu kristal, stalaktit, serta stalagmit yang indah. Tidak berasa lama berjalan terdengar suara gemuruh aliran sungai dan seberkas cahaya terang di tengah kegelapan.

Goa Jomblang di Kabupaten Gunungkidul, DIY.
Dan sungguh mengagumkan seberkas sinar dan pemandangan yang terpampang di hadapan saya. Sinar matahari yang menerobos masuk dari Luweng Grubug setinggi 90 meter membentuk satu tiang cahaya, menyinari flowstone yang indah serta kedalaman goa yang gelap gulita.

Di sini saya juga mendengar air deras mengalir dan ternyata di bagian bawah terdapat sungai yang mengalir. Air yang menetes dari ketinggian turut mempercantik pemandangan. Tidak salah jika banyak orang terkagum-kagum datang ke sini ketika menyaksikan lukisan alam yang dikenal dengan istilah cahaya surga.

Kita juga bisa berfoto-foto di sini dengan menghadap sinar mentari. Namun kita harus membuka sepatu boot karena dikhawatirkan sepatu akan merusak batu yang sudah berusia ribuan tahun

  Bagi anda yang ingin mengunjungi Goa Jomlang berikut rute atau jalur lokasi menuju Goa Jomblang. Goa Jomblang terletak di Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, 8 Km timur kota Wonosari atau sekitar 50 kilometer sebelah tenggara Jogjakarta.  Dari Jogja - Jalan Arah Wonosari Gunungkidul - Jalan menuju Semanu - ikuti arah papan petunjuk bertuliskan "Wisata Goa Kali Suci" - ikuti lagi papan petunjuk bertuliskan "Goa Jomblang" hingga menemui Resort Goa Jomblang. dari Terminal Bus Giwangan, Kota Jogja, kita bisa menggunakan bus jurusan Jogja-Wonosari. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Simpang Lima Wonosari untuk menemukan angkutan umum jurusan Wonosari-Semanu. Setelah sampai di Desa Semanu disarankan para penjelajah untuk menuju rumah Kepala Dukuh Jetis Wetan.

Biasanya rumah tersebut digunakan oleh para wisatawan sebagai tempat persinggahan (persiapan) sebelum dan sesudah melakukan perjalanan ke Gua Jomblang. Dan perjalanan dilanjutkan kembali sekitar 2km untuk sampai di bibir Gua. Dan bagi para pengunjung yang akan melakukan penjelajahan ke Gua Jomblang, sangat disarankan untuk mencari pemandu terlebih dahulu. Goa ini merupakan satu dari sekitar 400 goa yang terdapat di kawasan pegunungan karst Gunungkidul. Goa Jomblang merupakan goa vertikal yang jarak antara sekitar 80 meter, yang menghubungkan dengan Goa Grubug disebelah utara Goa Jomblang Untuk mencapai dasar goa tersebut memang membutuhkan sedikit pengorbanan, tetapi hal tersebut akan terbayar lunas dengan pemandangan luar biasa yang disuguhkan.